Mahasiswa KKN Hadirkan Digitalisasi Petunjuk Arah di Desa Branjang
Kabupaten Semarang – Upaya modernisasi informasi desa terus dilakukan melalui program digitalisasi petunjuk arah di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, pada Selasa, 24 Februari 2026. Program ini diinisiasi oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 sebagai bagian dari inovasi Smart Signage dalam mendukung pengembangan desa berbasis teknologi.
Digitalisasi petunjuk arah dilakukan dengan pemasangan kode QR pada plang penunjuk lokasi strategis di beberapa titik desa. Melalui pemindaian kode tersebut, masyarakat maupun pengunjung dapat mengakses informasi lokasi secara langsung melalui perangkat telepon pintar yang terhubung dengan Google Maps. Inovasi ini mempermudah navigasi sekaligus meningkatkan aksesibilitas informasi desa secara lebih modern dan efisien.
Program ini bertujuan membantu masyarakat dalam menemukan lokasi fasilitas umum, jalan alternatif, serta titik-titik penting lainnya di Desa Branjang. Selain itu, digitalisasi ini juga mendukung promosi potensi desa agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luar.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan survei lokasi, perancangan desain plang, pembuatan kode QR, hingga pemasangan secara langsung di lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan berkoordinasi bersama perangkat desa agar penempatan plang sesuai dengan kebutuhan dan tata ruang desa.
Kehadiran sistem petunjuk arah berbasis digital ini menjadi langkah awal menuju desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Selain memberikan kemudahan navigasi, inovasi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan citra Desa Branjang sebagai desa yang progresif dan terbuka terhadap transformasi digital.
Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pemasangan plang semata, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dalam memahami manfaat teknologi digital untuk mendukung pelayanan publik dan pengembangan potensi desa.
Dengan adanya digitalisasi petunjuk arah ini, diharapkan Desa Branjang semakin mudah diakses, baik oleh warga maupun pendatang, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung pembangunan desa yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Komentar
Posting Komentar